Palembang (29/7), Sriwijaya-hariini.com – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, PT Bukit Asam (Persero) Tbk bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Sumatera Selatan menghadirkan Program Lapak Emas, sebuah program bantuan usaha produktif yang diberikan kepada tiga orang penerima manfaat untuk mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui Program Lapak Emas, para penerima manfaat memperoleh dukungan berupa sarana usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, seperti gerobak usaha, kulkas showcase, serta perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, dan pendapatan sehingga mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PT Bukit Asam (Persero) Tbk dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, LMI Sumatera Selatan dipercaya sebagai mitra pelaksana untuk melakukan asesmen, penyaluran bantuan, serta pendampingan usaha kepada para penerima manfaat.
Sustainable Economic, Social & Environment Department Head PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Listati, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan usaha, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kapasitas agar para pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
”PT Bukit Asam (Persero) Tbk meyakini bahwa pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan lahir dari sinergi antara akses terhadap sumber daya dan peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan bagi Penerima Manfaat Program Lapak Emas, kami ingin memastikan bahwa setiap dukungan yang diberikan mampu menjadi katalis lahirnya UMKM yang tangguh, adaptif, dan mandiri. Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal sebagai bagian dari kontribusi PTBA dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Regional Manager LMI Sumatera Selatan, Makruf, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya program tersebut setelah melalui proses yang cukup panjang.
”Alhamdulillah, Program Lapak Emas ini akhirnya dapat kami salurkan kepada para penerima manfaat setelah melalui proses yang cukup panjang. Mulai dari asesmen untuk memastikan bantuan tepat sasaran hingga berbagai persiapan perlengkapan usaha seperti pembuatan gerobak, pengadaan kulkas showcase, dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Seluruh tahapan tersebut kami lakukan agar program ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi para penerima manfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Makruf menjelaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada penyerahan bantuan usaha semata. LMI Sumatera Selatan telah menyiapkan serangkaian program pembinaan agar para penerima manfaat memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional.
”Para penerima manfaat juga akan mendapatkan pelatihan entrepreneurship, manajemen keuangan, hingga pembinaan karakter. Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga membangun kapasitas dan mentalitas wirausaha. Insya Allah, mereka akan terus kami dampingi hingga benar-benar mandiri dan usahanya terus berkembang,” lanjutnya.
Salah seorang penerima manfaat, Janaria, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan melalui Program Lapak Emas. Bantuan berupa Gerobak Emas untuk usaha Es Pokat Kocok menjadi harapan baru bagi keluarganya dalam meningkatkan pendapatan.
”Kami sangat berterima kasih kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk atas bantuannya melalui LMI Sumatera Selatan yang telah memberikan bantuan usaha UMKM berupa Gerobak Emas khusus untuk berjualan Es Pokat Kocok. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga kami. Kami juga mendoakan semoga PT Bukit Asam dan LMI Sumatera Selatan terus menebarkan kebaikan, semakin sukses, dan membawa manfaat bagi masyarakat. Aamiin,” tutup Janaria. (Nopi)

