Palembang, Sriwijaya-hariini.com – Mengetuk pintu ampunan dan mengharap ridho Allah SWT, Forum Koordinasi Majelis Taklim (FKMT) Kota Palembang menggelar Pengajian Akbar, Zikir dan Doa Bersama di Masjid Dakwah, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Sabtu (19/9/2026).
Mengusung tema “Mengetuk Pintu Ampunan, Menggapai Ridho Ilahi, Bersimpuh Pasrah, Memohon Ampunan, Pembersihan dan Penenang Jiwa serta Hati”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para jamaah untuk bermunajat sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Kegiatan dihadiri Ketua FKMT Kota Palembang/Prov. Sumsel H. Darami, S.IP., SPd.I., M.Si., Seluruh Ketua FKMT Kecamatan, Seluruh Ketua FKMT Kelurahan dan Ketua MT beserta seluruh anggota lebih kurang 1.000 Orang.
Ketua FKMT Kota Palembang H. Darami mengatakan, zikir dan doa bersama merupakan bagian dari kegiatan rutin FKMT yang biasanya digelar setiap bulan. Namun, kali ini kegiatan dikemas khusus dengan memperbanyak zikir dan munajat kepada Allah SWT.
“Melalui kegiatan ini kita bermunajat dan berdzikir, kiranya Allah memberikan ampunan, ridho, serta menurunkan hujan setelah cukup lama kita menghadapi kemarau,” ujar Darami.
Selain doa bersama, FKMT juga menggalang donasi untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Donasi tersebut dihimpun melalui jaringan majelis taklim di 55 kelurahan yang berada di Kota Palembang.
Darami menyebut, FKMT memiliki sekitar 20 ribu anggota yang diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam membangun kepedulian sosial.
“Target awal kita minimal Rp50 juta. Tapi mudah-mudahan bisa lebih, karena dari 55 kelurahan saja kalau masing-masing menyumbang Rp1 juta sudah mencapai Rp50 juta,” katanya.
Dalam penyaluran bantuan, FKMT akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), baik tingkat Provinsi Sumsel maupun BAZNAS RI, yang sebelumnya telah membuka posko dan menyalurkan bantuan bagi korban gempa di NTT.
Tak hanya untuk korban bencana, kepedulian FKMT juga menyentuh masyarakat Palembang yang terdampak kemarau. Bersama BAZNAS Provinsi Sumsel, bantuan berupa masker dan air bersih turut disiapkan bagi warga yang membutuhkan.
“Karena sekarang kemarau, debu juga banyak. Ada bantuan masker, termasuk air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan, misalnya sumurnya kering atau airnya tidak mengalir,” jelasnya.
Darami bahkan membuka ruang bagi masyarakat maupun wartawan untuk menyampaikan informasi mengenai wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Kalau ada rekomendasi kampung yang membutuhkan, silakan hubungi kami. Insyaallah akan kami kirimkan bantuan, termasuk sekitar seribu masker,” ujarnya.
Menurut Darami, berbagai bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian para anggota FKMT. Pihaknya menegaskan FKMT lebih berperan sebagai penghubung antara para donatur dengan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami hanya penyambung lidah dan penyambung tangan dari mereka untuk memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini menjadi ibadah dan membawa keberkahan,” tuturnya.
Ia berharap gerakan zikir, doa dan kepedulian sosial tersebut terus menjadi bagian dari semangat FKMT dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Insyaallah kami ikhlas dan semoga barokah. Sebagai ketua, saya akan terus berusaha tegak lurus untuk menjalankan amanah ini,” pungkasnya. (Nopi)


