PALEMBANG, Sriwijaya-hariini.com — Di tengah puing-puing rumah yang dilalap api, kepedulian sesama menjadi secercah harapan bagi Indah, jurnalis media Radarri.com, yang rumahnya terbakar pada Jumat (23/10/2026).
Musibah tersebut menyisakan duka mendalam bagi Indah. Rumah peninggalan almarhum suaminya yang selama ini menjadi tempat tinggal sekaligus menyimpan banyak kenangan kini hanya tinggal puing-puing. Di tengah kondisi sulit itu, Indah berharap uluran tangan dari berbagai pihak agar dapat bangkit dan kembali menata kehidupannya.
Menunjukkan kepedulian terhadap sesama, Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Sumatera Selatan, Prof. Dr. H.M. Edward Juliartha, S.Sos., M.M., bersama jajaran pengurus inti LMP Sumsel, hadir secara langsung untuk memberikan bantuan kepada Indah.
Kehadiran LMP Sumsel menjadi wujud solidaritas dan kepedulian sosial terhadap korban yang sedang menghadapi cobaan berat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Indah sekaligus memberikan semangat untuk melewati masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal.
Roby, adik kandung Indah, mengungkapkan bahwa keluarga masih terpukul atas musibah yang menimpa kakaknya. Rumah peninggalan almarhum suami Indah yang memiliki banyak kenangan kini telah hangus terbakar.
“Kami sekeluarga masih sangat terpukul atas musibah ini. Rumah peninggalan almarhum suami kakak saya kini hanya menyisakan puing-puing. Kami berharap ada kepedulian dan uluran tangan dari berbagai pihak untuk membantu kakak saya melewati masa sulit ini. Bantuan sekecil apa pun tentu sangat berarti bagi kami, terutama untuk membangun kembali harapan setelah musibah ini,” ujar Roby.
Bagi Indah, musibah ini bukan sekadar kehilangan bangunan, tetapi juga kehilangan tempat berteduh yang menyimpan kenangan bersama almarhum suaminya. Karena itu, dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak sangat berarti untuk membantu dirinya bangkit kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah musibah, solidaritas dan rasa kemanusiaan mampu menghadirkan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi cobaan. Uluran tangan yang diberikan bukan hanya tentang bantuan materi, melainkan juga pesan bahwa Indah tidak sendirian menghadapi masa sulit ini. (Nopi)


