PALEMBANG, Sriwijaya-hariini.com — SMK Negeri 4 Palembang terus memperkuat kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja internasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan melalui Program Bantuan Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026, dengan pelaksanaan tes TOEIC (Test of English for International Communication) yang mendapat supervisi langsung dari Benyamin, perwakilan International Test Center (ITC).
Pelaksanaan hari pertama tes TOEIC di lingkungan SMKN 4 Palembang ini menjadi bagian dari upaya sekolah membekali siswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang terstandar, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kepala SMK Negeri 4 Palembang, Sumin Eksan, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa TOEIC merupakan bagian penting dari strategi pengembangan kompetensi siswa, bukan sekadar program sertifikasi sesaat.
“TOEIC menjadi pilar penting dalam roadmap pengembangan kompetensi lulusan di sekolah kami. Kami memosisikannya sebagai sertifikasi kompetensi global yang melengkapi sertifikasi keahlian. Pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan dasar bahasa Inggris di kelas X, persiapan TOEIC di kelas XI, hingga sertifikasi dan persiapan penempatan kerja di kelas XII,” ujar Sumin.
Menurutnya, penguasaan keterampilan teknis harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi internasional agar lulusan SMK memiliki peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja.
Ia menegaskan, program tersebut sejalan dengan visi sekolah untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing global. Kemampuan bahasa Inggris dinilai semakin penting, terutama bagi siswa yang ingin berkarier di sektor pariwisata, perhotelan (hospitality), logistik, dan manufaktur berorientasi ekspor.
“Di dunia kerja saat ini, kesiapan lulusan tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris juga menjadi nilai tambah, khususnya ketika mereka berhadapan dengan industri yang memiliki standar dan jejaring internasional,” jelasnya.
Sumin menambahkan, pelaksanaan sertifikasi TOEIC turut mendorong perubahan budaya belajar bahasa Inggris di lingkungan sekolah. Siswa didorong untuk lebih percaya diri, memahami penggunaan bahasa Inggris secara praktis, dan memiliki target pencapaian kompetensi yang terukur.
Sekolah juga berupaya mengembangkan ekosistem pembelajaran bahasa Inggris melalui berbagai kegiatan, seperti English Day, English Corner, dan lomba pidato bahasa Inggris.
Untuk menjaga keberlanjutan program, SMKN 4 Palembang menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari mengintegrasikan latihan TOEIC ke dalam pembelajaran bahasa Inggris, meningkatkan kapasitas guru, mengadakan uji coba TOEIC secara berkala, hingga mendorong pemanfaatan sertifikat sebagai nilai tambah dalam persiapan praktik kerja lapangan dan seleksi kerja bersama mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Lebih lanjut, Sumin menilai bantuan sertifikasi bahasa asing dari pemerintah memberikan kesempatan bagi lebih banyak siswa untuk memperoleh pengakuan kompetensi bahasa Inggris tanpa sepenuhnya terbebani biaya sertifikasi.
“Kami menilai program ini sangat tepat sasaran karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas lulusan SMK. Kami menyampaikan terima kasih kepada Direktorat SMK, Direktorat Jenderal Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan yang diberikan,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dengan kuota yang lebih besar agar semakin banyak siswa SMK memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi bahasa asing dan mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja global.
Melalui pelaksanaan tes TOEIC dan penguatan pembelajaran bahasa Inggris secara berkelanjutan, SMKN 4 Palembang berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya terampil di bidang keahlian masing-masing, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi untuk bersaing di tingkat internasional. (Nopi)


