Palembang, Sriwijaya-hariini.com – Di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, RSI Indonesia School tetap menghadirkan semangat belajar, kreativitas dan kepedulian melalui Open House bertajuk “Grow to Glow” dengan tema “Arise, shine, for your light has come, & the glory of the Lord rises upon you.”
Kegiatan yang digelar di Aula RSI School, Sabtu (19/9/2026), tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan lingkungan pendidikan RSI Indonesia School kepada calon peserta didik dan masyarakat.

Ruth Cynthia Devi, S.I.Kom., M.Pd, selaku Associate Director RSI Indonesia, mengatakan antusiasme siswa menjadi salah satu alasan pihak sekolah tetap melaksanakan Open House meski kondisi udara Palembang sedang kurang baik.
“Anak-anak sudah sangat excited dan mempersiapkan diri. Kalau dilihat dalam semua kegiatan, mereka terlibat dan sangat bersemangat untuk mengikuti acara ini,” ujar Ruth.
Menurutnya, kegiatan Open House sengaja dilaksanakan secara indoor dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan peserta. RSI Indonesia School menerapkan sistem ruangan tertutup, dilengkapi pemantauan kualitas udara dan air purifier di berbagai area.
“Kami seal semua ventilasi udara sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalam. Di setiap ruangan dan pojok juga ada air purifier. Kami juga menaruh tanaman-tanaman dan anak-anak sudah diedukasi bagaimana menjaga kesehatan,” jelasnya.
Open House tersebut dibuka untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari nursery hingga secondary. Beragam kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya kompetisi vocabulary, spelling bee, speech competition hingga design competition.
Tak hanya mengasah kemampuan akademik dan kreativitas, siswa juga dilibatkan dalam kegiatan bazar. Menariknya, hasil dari bazar tersebut akan disalurkan untuk kegiatan amal (charity).
“Anak-anak belajar mempersiapkan yang terbaik dan terlibat dalam kegiatan. Tetapi yang lebih penting, mereka juga belajar berbagi dengan orang lain,” katanya.
Belajar Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap
Terkait proses pembelajaran selama kabut asap, Ruth menyebut sekolah terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala. Bahkan, menurutnya, sejumlah orang tua sempat meminta agar anak-anak tetap belajar di sekolah ketika sebelumnya muncul wacana pembelajaran jarak jauh.
“Kami punya monitor udara di luar yang dipantau setiap jam. Kalau ada kegiatan di luar, sekarang 100 persen kami lakukan di dalam. Begitu kualitas udara berada di bawah angka 150, baru kami izinkan anak-anak beraktivitas di luar,” ungkapnya.
Ruth menegaskan, kondisi tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan, lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat.
Lebih jauh, ia berharap pendidikan di RSI Indonesia School tidak hanya menghasilkan siswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan dampak positif bagi banyak orang.
“Memang kami ingin sekolah ini bertumbuh, tetapi jauh lebih penting bagi kami adalah kualitas anak-anak. Kami mau mereka bertumbuh bukan hanya peduli terhadap diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap banyak orang,” tuturnya.
Ia juga berharap dari RSI Indonesia School lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan kebijakan dan solusi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami rindu ada pemimpin-pemimpin yang nanti dilahirkan dari sekolah ini yang bisa memberikan kebijakan-kebijakan yang bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi berdampak bagi banyak orang.”
Dalam kesempatan tersebut, RSI Indonesia School juga menghadirkan program promo pendaftaran. Calon peserta didik dapat memperoleh diskon registrasi hingga 70 persen yang berlaku sampai 19 Oktober 2026.
Selain itu, tersedia program trial gratis bagi kiddy hingga 31 Oktober 2026. Voucher program tersebut dapat diperoleh langsung selama kegiatan Open House berlangsung. (Nopi)


