OKI, Sriwijaya-Hariini.com, Perkembangan anak usia dini merupakan pengetahuan yang penting untuk diketahui terutama bagi para pendidik anak usia dini agar kita dapat memahami perkembangan anak dan menyiapkan berbagai strategi untuk menstimulasinya, sehingga perkembangan anak menjadi optimal. Karakteristik perkembangan anak usia dini, yaitu: perkembangan agama dan moral, sosial emosional, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan fisik motorik, dan perkembangan kreativitas. Perkembangan fisik motorik anak terbagi menjadi dua yaitu perkembangan fisik motorik halus dan perkembangan fisik motorik kasar. Perkembangan fisik motorik halus anak usia 5 tahun mereka sudah memiliki koordinasi mata yang bagus dengan memadukan tangan, lengan, dan anggota tubuh lainnya untuk bergerak.

Kreativitas sangat penting dikembangkan pada anak usia dini. Dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya, sebagai kemampuan untuk melihat bermacam – macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah dan meningkatkan kualitas hidupnya. Seperti dalam ketrampilan belajar abad 21 yang terdiri atas unsur 4C (Creativity, Colaboration, Critical Thinking, dan Comunication). Menurut Munandar (1988), ciri individu kreatif menurut para ahli antara lain bebas dalam berfikir, memiliki daya imajinasi, bersifat ingin tahu, ingin mencari pengalaman baru, memiliki inisiatif, bebas berpendapat, memiliki minat luas, percaya pada diri sendiri, tidak mudah menerima pendapat begitu saja dan mandiri. Salah satu kegiatan yang dapat melatih kemampuan kreativitas peserta didik adalah melalui kegiatan kolase.
Kegiatan kolase adalah teknik menempelkan berbagai elemen ke dalam satu bingkai untuk menghasilkan karya seni baru. Secara umum pengertian kolase adalah sebuah karya seni yang menggunakan macam – macam paduan bahan yang mampu dikombinasikan hingga menjadi sebuah karya seni. Kolase memiliki manfaat bagi perkembangan peserta didik, diantaranya melatih kemampuan motorik halus, melatih koordinasi mata dan tangan untuk melakukan kegiatan yang rumit, meningkatkan kreativitas, meningkatkan konsentrasi dan kesabaran, melatih kemampuan mengenal bentuk serta melatih kemampuan memecahkan masalah. Sejalan dengan pendapat Huda (2019) manfaat kolase bagi anak usia dini diantaranya meningkatkan kemampuan motorik halus anak dilihat dari berbagai aspek kemampuan motorik halus anak yaitu gerakan koordinasi mata dan tangan, koordinasi bilateral dan kemampuan manipulasi tangan.

Dalam perkembangan era global ini, kolase seringkali dilakukan dengan menggunakan bahan alam, karena ketersediaanya mudah didapat dan familiar dengan lingkungan tempat tinggal anak. Media alam bertujuan agar anak mempunyai kecerdasan spiritual dan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu, kolase juga bertujuan Untuk :
• Mengembangkan imajinasi
• Meningkatkan kreativitas untuk memunculkan ide – ide baru
• Melatih kesabaran, ketekunan dan ketelitian.
• Melatih konsentrasi
• Mengenal warna dan bentuk
• Melatih anak untuk memecahkan masalah
• Melatih anak untuk menyelesaikan tugasnya
• Meningkatkan kepercayaan diri
• Membangun rasa kepedulian terhadap L lingkungan

Kegiatan kolase menggunakan bahan alam telah sering dilakukan oleh peserta didik kelompok B di TKS Tunas Harapan 1 Suka Mulya, Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI, Sumatera Selatan. Dan dapat disimpulkan bahwa minat peserta didik semakin meningkat dalam menyelesaikan tugasnya. Peserta didik berantusias dalam mengerjakan kegiatan kolase dengan mencoba berbagai macam bahan alam yang telah disediakan oleh guru. Peserta didik merasa bangga ketika dapat menyelesaikan tugasnya sendiri. Kita bisa memanfaatkan benda – benda dari alam sekitar yang relaif terjangkau serta mudah didapat untuk menarik minat peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Penulis : IKE APRILIA DWI ZAYANTI, S.Pd
Guru TKS Tunas Harapan 1 Suka Mulya, Kec. Lempuing, Kab. OKI, Prov. Sumatera Selatan.



