Bayung Lencir – sriwijaya hariini.com,,- Simpang siurnya berita yang beredar di jagat media tentang insiden kebakaran sumur tua yang terletak di Desa Kali Berau Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin yang memberitakan bahwa akibat dari insiden tersebut menelan korban jiwa. Untuk memastikan kebenaran berita yang beredar awak media ini turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi.
Menurut beberapa warga yang dijumpai di lokasi menjelaskan bahwa kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 16.30 WIB yang menyebakan 5 orang pekerja mengalami luka bakar, sedangkan 1 pekerja yang hilang tidak ada. Satu orang pekerja yang diduga hilang sudah ditemukan dalam keadaan baik- baik saja karena saat kejadian pekerja tersebut tidak berada di lokasi.
“Iyo kejadian terjadi sekitar jam 16.30 WIB, sumur tua yang sedang tidak beroperasi tiba-tiba meledak dan terbakar, ada pekerja yang sedang melakukan perbaikan mobil di lokasi sebanyak 5 orang mengalami luka bakar dan sudah dievakuasi ke rumah sakit, sementara satu orangnyo selamat karena tidak berada dilokasi saat kejadian, terang mawar (nama samaran) salah seorang warga yang tinggal dekat lokasi sumur tersebut”.
Selanjutnya tim menemui salah seorang keluarga korban untuk diwawancarai, awalnya menolak dengan alasan keamanan dan keselamatan. Namun setelah dibujuk oleh awak media akhirnya bersedia untuk memberikan keterangan.
Menurut salah satu korban, kejadian tersebut terjadi sangat cepat, 5 pekerja sedang melakukan perbaikan mobil di lokasi sedangkan satu orang keluar untuk membeli sesuatu. Ketika mereka sedang fokus melakukan perbaikan tiba-tiba ada api yang menyambar bak penampungan yang berisi limbah minyak di sisi lain lokasi yang mengakibatkan sambaran api yang besar dan asap hitam membumbung tinggi.
Api dengan cepat menyebar hingga menyambar pekerja yang berada disisi lain lokasi yang sedang melakukan perbaikan.
“Kejadiannyo cepat nian, orang tu sedang bedandan (perbaikan kendaraan) tau-tau ado api yang nyambar di bak penampungan limbah minyak yang diseberang tempat mereka bedandan. Apinyo cepat nian langsung nyambar mereka”, ujar salah satu keluarga korban berdasarkan keterangan dari korban.
Para korban sedang tidak bekerja untuk memproduksi minyak, mereka melakukan perbaikan. Keluarga korban berharap kepada awak media untuk memegang teguh kode etik untuk tidak menyebarkan hoak.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bayung Lencir Iptu M Wahyudi, S.H melalui Kanit Reskrim Polsek Bayung Lencir Ipda Novian MTW, S.H melakukan pengecekan langsung ke Rumah Sakit Bayung Lencir untuk memastikan jumlah korban yang terluka.
“Korban yang terluka ada Lima orang yang kini tengah dirawat di RSUD Bayung Lencir. tidak ada korban yang meninggal dunia, terangnya”.
Kapolsek Bayung lencir juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang berseliweran di medsos, sebaliknya agar memastikan sumber berita yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
( SKR 7 )



