Muba,sriwijayahariini.com,,- Pendim0401/Muba – Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Musi Banyuasin. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan sejumlah sumur bor dengan kedalaman mencapai 40 hingga 50 meter yang di percayakan kepada Kodim 0401/Muba.
TNI, Polri. Memastikan supaya api itu mati. Setelah mati dipastikan harus tetap basah,” ujarnya, Sumur Bor Penanggulang Karhutla di Dusun 10 Desa Suka Maju Kec. babat Supat Kab. Muba, Jum’at (16/10/2026).
Menurut Babinsa, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa petugas kerap menghadapi kesulitan mendapatkan sumber air untuk mendukung proses pemadaman dan pembasahan lahan.
Karena itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk membangun sejumlah sumur bor sebagai sumber air alternatif di lokasi yang membutuhkan.
“Kita insya Allah akan membangun beberapa sumber bor ke bawah, mungkin sampai 40-50 meter ke bawah dan itu adalah sumber air. Kita sudah mengalokasikan anggaran untuk itu karena memang faktanya harus ada sumber bor,” katanya.
Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pembasahan lahan setelah api berhasil dipadamkan juga menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Selain penguatan penanganan di lapangan, pemerintah juga melibatkan sektor kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
( Sukri.SE )


