Palembang, Sriwijaya-hariini.com – Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Sumatera Selatan terus mematangkan persiapan atlet menghadapi agenda olahraga nasional 2026. Salah satunya melalui pelaksanaan Tes Fisik Atlet PAPP dan Atlet PON Beladiri PERTINA Sumsel Tahun 2026 yang digelar di Badminton Hall Universitas Bina Darma Palembang, Rabu (19/8/2026).
Tes fisik ini diikuti enam atlet yang menjadi bagian dari program pembinaan dan persiapan PERTINA Sumsel. Tiga atlet di antaranya merupakan atlet Pembinaan Atlet Pelajar Provinsi (PAPP) Sumsel di bawah pembinaan Dispora Provinsi Sumsel yang dipersiapkan mengikuti Kejurnas Junior & Youth 2026, yakni Ayu Musdalifah, Abdul Hafiz Almuqtadir dan M. Al Khairi Munandar.
Sementara itu, tiga atlet lainnya dipersiapkan menghadapi PON Beladiri 2026, yakni Mutiara Aprima Putri, Muhamad Yusuf Efendi dan Nona Baby Chantika Ramadhani. Mutiara Aprima Putri saat ini telah masuk dalam Program Pembinaan Sriwijaya Gold KONI Sumsel, sedangkan Muhamad Yusuf Efendi dan Nona Baby Chantika Ramadhani merupakan dua atlet yang telah lolos seleksi PON Beladiri se-Sumatera Selatan.
Pembukaan tes fisik tersebut dihadiri Ketua Umum PERTINA Sumsel H. Kumroni Makmuri, S.E., M.Sc., Sekretaris Umum KONI Sumsel H. Tubagus Sulaiman, S.H., M.H., serta dibuka oleh Kabid Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sumsel, Heru Orlando, S.Pd., M.M.
Pelaksanaan tes melibatkan tim penguji dari PERTINA Sumsel dan Universitas Bina Darma. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur sekaligus memetakan kondisi fisik atlet secara objektif, sehingga program latihan dapat disusun lebih terarah sesuai kebutuhan masing-masing petinju.
Sekretaris Umum PERTINA Sumsel, Donny Roy Hutabarat, S.Par., yang akrab disapa Bung Roy, mengatakan tes fisik menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan atlet berada dalam kondisi terbaik sebelum menghadapi kompetisi dengan level persaingan yang semakin tinggi.
“Kami ingin memastikan atlet tidak hanya memiliki teknik dan mental bertanding, tetapi juga mempunyai kesiapan fisik yang benar-benar terukur. Hasil tes ini nantinya menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menyusun program latihan yang lebih tepat dan terarah,” ujar Bung Roy.
Menurutnya, persiapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah PERTINA Sumsel menghadapi Kejuaraan Tinju Amatir tingkat nasional yang akan diselenggarakan KONI Pusat bersama PP PERTINA pada 2026. Karena itu, peningkatan stamina, daya tahan, kekuatan dan kesiapan fisik atlet menjadi perhatian utama.
“Target kami tentu bagaimana atlet Sumsel mampu tampil maksimal dan membawa prestasi. Untuk mencapai itu, prosesnya harus dimulai dari pembinaan yang terukur, disiplin latihan, evaluasi berkala, serta dukungan semua pihak,” katanya.
Bung Roy menambahkan, sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah, perguruan tinggi dan pihak swasta menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Pengprov PERTINA Sumsel melalui Ketua Harian F. Revolusi Hutabarat juga menyerahkan cinderamata kepada Wakil Rektor Universitas Bina Darma, Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D., serta Andre selaku perwakilan PT Sembaja Prima Utama sebagai pihak ketiga yang turut mendukung terselenggaranya tes fisik atlet tinju amatir PERTINA Sumsel.
Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga prestasi tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet Sumsel untuk berkembang, berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Melalui tes fisik ini, PERTINA Sumsel menegaskan komitmennya untuk membangun pembinaan atlet tinju yang semakin profesional dan berkelanjutan. Enam atlet yang mengikuti tes diharapkan mampu memanfaatkan hasil evaluasi sebagai pijakan untuk meningkatkan performa dan menghadapi setiap tahapan kompetisi dengan kesiapan yang lebih matang. (Nopi)


