Sriwijaya hariini.com -Mangun Jaya, MUBA,, Maraknya kegiatan eksplorasi oleh PT. Pertamina EP di wilayah Mangun Jaya dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar lazimnya. Karena akan banyak melibatkan perusahaan subkontraktor untuk pengerjaan proyek di lokasi pengeboran, Seperti PT. RJA (Ramai Jaya Abadi) yang merupakan subkontraktor untuk pengerjaan Persiapan lokasi Drilling. Kehadiran PT. RJA yang beroperasi di wilayah RT.05 Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman ini awalnya menjadi harapan bagi warga RT.05 untuk dapat berkerja di PT tersebut Rabu (19/02/2025).
Melalui Karang Taruna Kelurahan Mangun Jaya warga masyarakat mengusulkan untuk dapat dibantu agar bisa bekerja di PT. RJA sebagai pekerja kasar (nonskill).
Karang Taruna Kelurahan Mangun Jaya melalui ketua dan anggotanya berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak PT. RJA melalui kegiatan Audiensi yang menghasilkan beberapa poin kesepakatan yang ditanda tangani bersama antara pihak PT. RJA dengan Karang Taruna Mangun Jaya, antara lain :
1. Pihak PT. RJA siap memberikan slot pekerja non skill 6 orang.
2. Pihak PT. RJA siap memberikan job batu agregat B dengan harga 350 ribu per kubik.
3. Pihak PT. RJA siap apabila pihak Karang Taruna ingin menginvestigasi hasil pekerjaan di lokasi apakah sesuai SOP atau tidak.
Dari poin-poin diatas, terutama poin pertama Karang Taruna Mangun Jaya ingin membantu warga RT.05 Kelurahan Mangun Jaya untuk dapat bekerja di PT. RJA sesuai kesepakatan pada saat audiensi. Namun, ketika perusahaan sudah beroperasi dan sudah melakukan kegiatan pekerjaan ternyata untuk perekrutan karyawan non skill sudah cukup orangnya dan tidak ada slot untuk pekerja tambahan dari rekomendasi Karang Taruna. Melihat hal tersebut Ketua Karang Taruna Mangun Jaya Trimailan, S.E melakukan komunikasi dengan Senior Manager PT. RJA yaitu ibu Kartika Pertiwi Pane melalui whatapps dan tidak mendapatkan solusi.
“Saya menghubungi ibu Kartika selaku SM PT. RJA untuk membantu agar dapat menerima bekerja warga yang ingin benar-benar bekerja sesuai permintaan kami pada saat audiensi yang telah disanggupi oleh pihak PT. RJA tetapi tidak mendapatkan solusi untuk masalah tersebut”, Jelas Trimeilan.
“Ibu Kartika meminta kami untuk ke lokasi, tetapi karena saya sedang bekerja jadi kami mengutus saudara Faizin sebagai sekretaris dan beberapa anggota Karang Taruna untuk menemui pihak PT. RJA di lokasi”, sambungnya.
Terpisah, Sekretaris Karang Taruna Mangun Jaya Zul Faizin menjelaskan kepada awak media.
“Saya coba menghubungi saudara Riyen selaku Humas PT. RJA melalui pesan whatapps untuk minta bantuan agar dapat menerima warga RT.05 kelurahan mangun jaya untuk ikut bekerja tetapi mendapat respon untuk melihat pekerja yang sedang bekerja apakah orang mangun jaya atau bukan”, Jelas Faizin.
Melihat respon humas PT. RJA tidak bersahabat maka sudara Zul faizin tidak melanjutkan komunikasinya.
Sudah saatnya Pemerintah selaku orangtua kandung Organisasi Karang Taruna khususnya Pemerintah Kelurahan Mangun Jaya turun tangan untuk menyelasaikan masalah ini karena hal tersebut bisa memicu konflik antara Karang Taruna dan Warga dengan Pihak Perusahaan.
Seharusnya seluruh steakholder yang terkait lebih memberdayakan Organisasi Pemuda, seperti Karang Taruna ini yang bekerja melakukan kegiatan sosial yang bukan untuk kepentingan perut pribadi ataupun kelompok tetapi untuk kesejahteraan masyarakat.
Karang Taruna garda terdepan untuk memerangi masalah-masalah sosial, terutama kelompok-kelompok yang ingin memonopoli suatu proyek dengan tujuan untuk membesarkan perut sendiri dan menjalan praktek-praktek Nepotisme dalam sistem perekrutan tenaga kerja.
Menurut Faizin, Tugas Karang Taruna adalah membantu menangani masalah sosial yang ada di masyarakat.
“Kami hanya ingin membantu masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan, bukan untuk kepentingan pribadi kami”, Tegasnya.
“Sudah saatnya kami bangkit dan menunjukkan eksistensi kami sebagai suatu organisasi yang berjuang untuk masyarakat dan kesejahteraan sosial, kami akan melawan jika hak-hak dan keberadaan kami dikesampingkan dan dilecehkan, demi nama besar dan marwah organisasi akan kami lawan”, pungkasnya.
( Biro Muba/Sukri )



