Palembang, SHI.com – Pelantikan pengurus Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Wilayah Sumatera Selatan yang dilaksanakan di Hotel Daira Palembang, Minggu (18-12-2022).
Dalam pelantikan yang dihadiri Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel Armaya Sentanu Pasek, melantik Herman Utama sebagai Ketua Umum Perhapi wilayah Sumsel masa bakti 2022-2025.
Saat diwawancara awak media Armaya Sentanu Pasek mengatakan kegiatan hari adalah pelantikan pengurus Perhapi wilayah Sumsel, Perhapi sendiri sudah ada dari di tahun 2004 tapi vakum sampai saat ini.
“Untuk itu para penggiat pertambangan yang ada di Sumsel berkumpul dan mengaktifkan lagi Perhapi daerah Sumatera Selatan, harapannya dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan perkembangan tambang yang ada di wilayah Sumatera Selatan,” Ujarnya.
Armaya berharap Perhapi dapat lebih aktif memberikan masukan tentang tata kelola pertambangan yang baik di wilayah Sumatera Selatan, dan bisa menjadi contoh bagi perhapi yang ada di provinsi lain
“Harapan kedepannya dengan adanya Perhapi daerah Sumatera Selatan, perwakilan daerah Sumatera Selatan dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan pengelolaan pertambangan yang ada di Sumatera Selatan,” Tukasnya.
Herman Utama Selaku Ketua Umum Perhapi daerah Sumsel terpilih menambahkan, Bahwa fungsi dan peranan Perhapi Sumsel sebagai part apalagi Sumatera Selatan termasuk tiga besar Indonesia dalam jumlah produksi, dua besar cadangan yang harusnya bisa menjadi manfaat buat masyarakat Sumatera Selatan dan kekayaannya.
Hendra menuturkan, Perhapi akan bergandengan para pengusaha dan ekspedisi untuk menjalankan fungsi dan tanggung jawab organisasi, karena sebagai daerah penghasil sumber daya alam batubara sudah seharusnya Perhapi cukup aktif di Indonesia.
“Salah satu program kerja Perhapi daerah Sumatera Selatan akan memberikan kompetensi profesi, karena Perhapi merupakan ahli pertambangan dan sudah MoU dengan lembaga sertifikasi profesi untuk membuat suatu program melakukan sertifikasi karena kegiatan profesional itu harus tersertifikasi,” Bebernya.
Hendra Berharap Perhapi daerah Sumsel dapat memberikan feedback, memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengatasi hal-hal yang berhubungan dengan pertambangan di Indonesia. (Nopi)



