Musi Banyuasin, Sriwijaya-hariini.com – Dedikasi di sektor perkebunan sawit mengantarkan Purwo Pamungkas meraih penghargaan sebagai Tokoh Petani Sawit Berprestasi, Inovatif dan Berkelanjutan dalam rangkaian peringatan HUT ke-70 Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), 30 September 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprah Purwo Pamungkas dalam mengembangkan sektor pertanian sawit dengan semangat berprestasi, menghadirkan inovasi, serta mendorong praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Salah satu prestasi yang turut menjadi bagian dari kiprahnya adalah keberhasilan membangun pabrik kelapa sawit milik koperasi dengan kapasitas pengolahan mencapai 10 ton per jam. Kehadiran pabrik tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian petani dan koperasi dalam mengelola hasil perkebunan kelapa sawit.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, bersama Bupati Muba H. M. Toha Tohet dan Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen, dalam acara ramah tamah yang digelar di Pendopoan.
Suasana penuh apresiasi mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah warga dan tokoh inspiratif yang dinilai memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Muba turut mendapatkan penghargaan.
Purwo Pamungkas menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan perkebunan sawit di Muba.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan ini. Bagi saya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi dan menjaga bagaimana perkebunan sawit bisa memberikan manfaat, bukan hanya bagi petani, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Purwo.
Ia menambahkan, pembangunan pabrik kelapa sawit milik koperasi dengan kapasitas 10 ton per jam menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong penguatan sektor perkebunan berbasis petani.
“Salah satu yang kami lakukan adalah membangun pabrik kelapa sawit milik koperasi dengan kapasitas 10 ton per jam. Harapannya, keberadaan pabrik ini dapat memperkuat koperasi dan memberikan nilai tambah bagi hasil perkebunan para petani,” katanya.
Ia berharap semakin banyak petani sawit yang mampu mengembangkan pola pertanian yang produktif sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan.
“Petani harus terus berkembang dan mengikuti perubahan. Kita ingin sawit tetap produktif, tetapi juga dikelola dengan baik dan berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Penghargaan pada momentum HUT ke-70 Muba ini menjadi bagian dari apresiasi terhadap kontribusi masyarakat yang ikut mendorong kemajuan daerah. Kiprah Purwo juga menunjukkan bahwa petani memiliki ruang besar untuk menjadi sosok inspiratif melalui kerja, inovasi dan konsistensi di sektor perkebunan. (Nopi)


