Palembang, Sriwijaya-hariini.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi memulai babak baru dalam pengelolaan pendapatan daerah. Melalui peluncuran aplikasi Siguntang (Sistem Informasi Penagihan untuk Pajak Kendaraan Bermotor Terintegrasi), Pemprov Sumsel berupaya mengawinkan kecanggihan teknologi dengan pendekatan personal yang santun kepada masyarakat.
Peresmian inovasi ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, di Hall Hotel Excelton Palembang, Selasa (7/4/2026). Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa akurasi data adalah kunci utama dalam memberikan keadilan bagi wajib pajak.
”Sektor pajak kendaraan bermotor masih menjadi tulang punggung pendapatan daerah. Pengelolaan yang optimal harus didukung oleh sistem data yang kuat dan terintegrasi. Kita tidak bisa memberikan reward atau punishment yang tepat jika datanya belum akurat,” tegas Herman Deru.
Berbeda dengan sistem penagihan konvensional yang kerap terkesan kaku, Siguntang dirancang sebagai instrumen edukasi. Gubernur menekankan bahwa pemerintah ingin hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar penagih hutang.
Implementasi di lapangan akan dilakukan secara persuasif. Petugas dibekali aplikasi untuk mengecek status pajak kendaraan di ruang publik seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. Bagi kendaraan yang terdeteksi menunggak, petugas tidak melakukan tindakan represif, melainkan memasangkan “Hangtag” sebuah tanda pengingat fisik yang dipasang dengan santun sebagai bentuk informasi kepada pemilik kendaraan.
Kepala Bapenda Provinsi Sumsel, Achmad Rizwan, S.STP, MM, menjelaskan bahwa Siguntang hadir untuk melengkapi layanan yang sudah ada seperti Signal atau e-Dempo.
”Jika aplikasi pendahulunya difokuskan pada kemudahan pembayaran bagi masyarakat, maka Siguntang adalah sistem penagihan terintegrasi berbasis mobile untuk petugas di lapangan,” ujar Rizwan.
Beberapa fitur unggulan Siguntang meliputi:
1. Pengecekan Real-Time: Petugas cukup memasukkan nomor kendaraan untuk melihat status pajak dan nominal tunggakan secara instan.
2. Validasi Data Lapangan: Memastikan data antara sistem pusat dengan kondisi riil kendaraan di jalanan tetap sinkron.
3. Integrasi TP2DD: Mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah di seluruh Kabupaten/Kota se-Sumsel.
Kegiatan peluncuran ini juga dirangkaikan dengan Capacity Building dan Coaching Clinic Evaluasi Kinerja TP2DD, yang dihadiri oleh Dirlantas Polda Sumsel, para kepala OPD, serta seluruh jajaran UPTB PPD se-Sumatera Selatan.
Dengan hadirnya Siguntang, Bumi Sriwijaya kembali membuktikan komitmennya dalam melakukan transformasi birokrasi yang lebih modern, transparan, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ciri khas masyarakat Sumatera Selatan. (Nopi)



