Palembang, Sriwijaya-hariini.com – RSI Indonesia School Palembang menggelar acara tahunan Back to School Night pada hari Sabtu (07/02) dengan tema Adventure Around the World. Acara yang diselenggarakan mulai sore hingga malam ini dirancang khusus untuk menjembatani komunikasi antara orang tua dan anak, sekaligus memperkenalkan keragaman budaya yang ada di komunitas sekolah.
Kepala Sekolah RSI Indonesia School Palembang, Juliana Marito, SE., M.Pd., menyampaikan makna mendalam di balik acara tersebut.

”Kita sengaja adakan acara ini dari sore menjelang malam karena memahami kesibukan orang tua di pagi hingga siang hari. Banyak orang tua, terutama bapak-bapak, yang belum pernah melihat langsung aktivitas anaknya di sekolah, tidak tahu teman-temannya seperti apa, atau apa saja yang telah mereka kerjakan. Melalui Back to School Night, anak-anak menjadi pemandu yang menjelaskan segala aktivitas mereka menggunakan Bahasa Inggris, lengkap dengan peta perjalanan pembelajaran mereka.”
Dengan komunitas siswa yang berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Benua Australia, Amerika, Korea, dan Thailand, dan benua. Tema Adventure Around the World diambil untuk memperkenalkan keberagaman budaya. Acara juga menyertakan bazar makanan khas negara-negara tersebut sebagai sarana edukasi yang menyenangkan.
”Kita bukan hanya ingin menunjukkan sisi akademis, tapi lebih dari itu – membangun hubungan yang erat antara orang tua dan anak. Banyak orang tua berpikir bahwa membayar sekolah sudah cukup dan anak akan otomatis tumbuh menjadi pribadi yang baik. Padahal, orang tua adalah guru terbaik bagi anak-anak. Ketika hubungan antara orang tua dan anak kuat, perkembangan akademis mereka juga akan mengikuti dengan sendirinya,” tambahnya.
Acara ini mendapatkan dukungan dari berbagai sponsor termasuk Mentari Books, Sriwijaya Cell, Oishi, Pure Baby, serta beberapa perusahaan milik orang tua siswa. Sebagai sekolah swasta, pihaknya mengaku tidak mengharapkan kontribusi finansial secara paksa.
”Kita lakukan apa yang bisa kita lakukan dengan semangat gotong-royong. Tidak ada paksaan, karena yang paling berharga adalah kehadiran dan kedekatan yang terjalin antara keluarga,” ucap Juliana dengan senyum.
Harapan utama dari acara ini adalah orang tua semakin dekat dan peduli dengan anak-anak, serta lebih memahami dunia mereka. Dengan demikian, tercipta ikatan emosional yang kuat yang menjadi pondasi bagi perkembangan holistik setiap siswa. (Nopi)



