Palembang, Sriwijaya-hariini.com – Lapan Kopi resmi membuka gerai terbarunya di Jalan Rambutan Nomor 5, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Minggu (08/02). Grand opening kafe yang mengusung filosofi angka delapan sebagai simbol keberlanjutan ini berlangsung meriah dan sarat pesan inspiratif, khususnya bagi generasi muda.
Peresmian Lapan Kopi dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Selatan sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Sumsel I periode 2024–2029, Hj. Kartika Sandra Desi, S.H., M.M., Sekda Kota Palembang, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumatera Selatan, jajaran DPRD provinsi dan kabupaten/kota, serta Camat Kertapati dan Camat Gandus, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Hj. Kartika Sandra Desi yang akrab disapa Cici mengapresiasi langkah para owner Lapan Kopi yang dinilainya berani, inovatif, dan visioner. Ia menegaskan, kehadiran kafe ini bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan bukti nyata peran anak muda dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Anak-anak muda seperti ini adalah pejuang pembangunan. Mereka berani membuka usaha, menciptakan lapangan kerja, dan ikut mengurangi pengangguran di Kota Palembang. Pemerintah harus hadir untuk mempermudah perizinan dan mendukung usaha-usaha kreatif seperti ini,” ujar Cici.
Tak hanya itu, Cici juga menitipkan pesan lingkungan dengan mengajak Lapan Kopi menjadi pelopor gerakan pengelolaan sampah, sejalan dengan gerakan nasional ASRI. Ia mendorong pemilahan sampah sejak dari kafe, mulai dari sampah plastik hingga limbah organik seperti ampas kopi yang dapat diolah kembali menjadi pupuk.
Sementara itu, Martalia Kartika Ulfa, Owner Lapan Kopi bersama Owner Muhammad Ridho dan Jeffri Andika, menyampaikan bahwa Lapan Kopi lahir dari mimpi sederhana tentang secangkir kopi yang mampu menyatukan banyak cerita. Filosofi angka 8 dipilih sebagai simbol nilai yang tak terhingga, harapan, dan keberlanjutan.
“Kami ingin Lapan Kopi menjadi rumah ketiga bagi masyarakat, tempat melepas lelah, berbagi cerita, dan bertukar ide. Bukan hanya soal kopi, tapi tentang kebersamaan dan harapan,” ungkap Martalia.
Lapan Kopi hadir dengan konsep 24 jam, dilengkapi berbagai fasilitas seperti smoking area, smoking AC area, ruang VIP, hingga pilihan menu yang beragam—mulai dari kopi racikan khas, makanan berat seperti ayam dan bebek, hingga menu ramah kantong bagi pelajar, mahasiswa, dan karyawan. Harga menu dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp45 ribu, dengan promo diskon 20 persen untuk seluruh item selama dua pekan awal pembukaan.
Owner lainnya, Muhammad Ridho, menambahkan bahwa tanggal peresmian dipilih dengan penuh makna karena bertepatan dengan angka 8, yang identik dengan nama kafe, ulang tahun Partai Gerindra ke-18, serta simbol keberlanjutan.
“Kami berharap Lapan Kopi tidak hanya dikenal sebagai tempat minum kopi, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat, membuka peluang kerja, dan menjadi ruang lahirnya ide-ide positif,” katanya.
Dengan lokasi strategis di jantung Kota Palembang dan konsep yang menggabungkan kreativitas, kenyamanan, serta kepedulian sosial dan lingkungan, Lapan Kopi optimistis menjadi destinasi baru favorit anak muda sekaligus ikon kafe inspiratif di Palembang, bahkan membuka peluang ekspansi ke kota-kota besar lainnya. (Nopi)



