Bayung Lencir,sriwijaya hariini.com,, – Kondisi Jembatan Bayung Lencir (Lama) semakin memprihatinkan dan kini menjadi sorotan para pengguna jalan. Kerusakan pada lapisan aspal di atas jembatan menyebabkan getaran kuat setiap kali kendaraan melintas, sehingga membuat pengendara merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan mereka.
Dari pantauan di lokasi, permukaan aspal tampak retak, bergelombang, dan di beberapa titik sudah terkelupas cukup parah. Saat kendaraan berada di atas jembatan, getaran terasa sangat jelas, terutama ketika truk-truk besar atau kendaraan bermuatan berat melintas. Kondisi ini semakin berbahaya bagi pengendara sepeda motor yang sering kesulitan menjaga keseimbangan akibat permukaan jembatan yang tidak rata.
Beberapa warga mengaku sudah sering melihat pengendara roda dua hampir terjatuh, bahkan ada yang benar-benar tergelincir saat melintasi bagian aspal yang rusak. Situasi ini semakin parah ketika malam hari, karena minimnya penerangan di sekitar jembatan membuat kerusakan jalan sulit terlihat dengan jelas.
“Kalau malam gelap sekali di atas jembatan. Lampu jalan tidak ada. Aspalnya rusak, jadi kami tidak bisa lihat permukaan jalan dengan jelas. Sangat bahaya,” ungkap seorang pengendara yang melintas pada Selasa malam.
Minimnya penerangan tidak hanya membuat pengendara rentan kecelakaan, tetapi juga memaksa kendaraan untuk memperlambat laju secara signifikan. Beberapa titik jembatan terlihat sangat redup dan hanya mengandalkan cahaya dari lampu kendaraan, sehingga pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan berisiko terkejut saat mendapati permukaan aspal berlubang.
Masyarakat Bayung Lencir berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Mereka meminta agar jembatan segera diperbaiki, mulai dari penambalan aspal hingga pemasangan lampu penerangan jalan yang memadai.
“Ini akses utama kami. Hampir setiap hari jembatan ini dilalui ribuan kendaraan. Kalau tidak cepat diperbaiki, bisa semakin banyak korban,” ujar seorang warga.
Warga menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Perbaikan infrastruktur dan peningkatan penerangan jalan dinilai mendesak dilakukan, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu titik vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah Bayung Lencir dan sekitarnya.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan Jembatan Bayung Lencir (Lama) dikhawatirkan akan semakin parah dan menimbulkan risiko kecelakaan yang lebih besar, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari menggantungkan mobilitasnya melalui jalur tersebut.
( Biro Muba Sukri )



