Palembang, Sriwijaya-hariini.com – Perumahan Barangan View, 20 September 2026 – Di tengah meningkatnya isu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian bersama, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi dan ibu menyusui. Sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, dilaksanakan kegiatan pemberian makanan bergizi dan sehat serta sosialisasi mengenai bahaya asap bagi kesehatan bayi dan ibu menyusui.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan nilai *Kemanusiaan yang Adil dan Beradab*, sebagaimana tercantum dalam sila kedua Pancasila. Melalui perhatian terhadap kondisi kesehatan bayi dan ibu menyusui, masyarakat diajak untuk meningkatkan rasa kepedulian, empati, serta semangat saling membantu, terutama kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus di tengah ancaman kabut asap.
Dalam kegiatan tersebut, bayi dan ibu menyusui menerima makanan bergizi dan sehat sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi, menjaga kesehatan ibu, serta mendukung tumbuh kembang bayi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai bahaya paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan. Edukasi diberikan khususnya mengenai dampak asap terhadap sistem pernapasan bayi dan ibu menyusui, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan asap dan juga pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas udara di dalam rumah, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, serta pentingnya pemenuhan nutrisi harian keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, *Eka Rahma Nanda, Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Palembang*, turut menyampaikan pentingnya perhatian terhadap kesehatan bayi dan ibu menyusui, terutama di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Bayi dan ibu menyusui merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak paparan asap. Oleh karena itu, pemberian makanan bergizi serta edukasi mengenai bahaya asap sangat penting dilakukan sebagai langkah pencegahan,” ujar Eka Rahma Nanda.
Menurut Eka, pemenuhan nutrisi yang baik menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga imunitas dan kesehatan ibu menyusui serta mendukung tumbuh kembang bayi. Selain itu, masyarakat perlu memahami langkah-langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan asap dan menjaga kesehatan keluarga.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahaya asap bagi kesehatan, khususnya bagi bayi dan ibu menyusui. Kepedulian terhadap kelompok rentan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai kemanusiaan serta kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.
Selain mencerminkan sila kedua Pancasila, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi sila kelima, yaitu *Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia*. Setiap masyarakat, termasuk bayi dan ibu menyusui sebagai kelompok rentan, berhak mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kesempatan untuk memperoleh edukasi serta asupan gizi yang layak.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga mencerminkan semangat *Gotong Royong*, kepedulian terhadap sesama, dan kebersamaan dalam menghadapi permasalahan sosial maupun lingkungan. Melalui kolaborasi berbagai pihak, nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui kegiatan pemberian makanan bergizi dan sehat serta sosialisasi bahaya asap ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan keluarga di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun masyarakat yang sehat, peduli, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. (Nopi)


