Palembang, Sriwijaya-hariini.com – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Palembang terus memperkuat pembinaan atlet disabilitas sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) VI Sumatera Selatan 2027.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Sosialisasi Klasifikasi Atlet Disabilitas dan Motivasi Atlet Menuju Peparprov VI 2027 yang digelar di Hotel Sintesa Peninsula Palembang, Sabtu (12/9/2026).
Ketua NPCI Kota Palembang, M. Salim Saputra, mengatakan kegiatan ini memiliki arti penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga disabilitas yang lebih baik, khususnya menjelang Peparprov VI 2027.
Menurutnya, keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga pemahaman terhadap aturan pertandingan, kesiapan mental, kedisiplinan serta dukungan sistem pembinaan yang terarah.
“Workshop ini memiliki arti yang sangat penting bagi pembinaan olahraga disabilitas, khususnya mempersiapkan atlet Kota Palembang menghadapi Peparprov VI 2027,” ujar Salim.
Ia menjelaskan, pemahaman mengenai klasifikasi atlet menjadi salah satu aspek penting dalam olahraga disabilitas. Klasifikasi bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari upaya memastikan setiap atlet dapat bertanding secara adil dan sesuai ketentuan cabang olahraga yang diikuti.
Karena itu, Salim mendorong para atlet, pelatih dan official untuk mengikuti kegiatan tersebut secara serius, termasuk aktif berdiskusi dengan para narasumber.
“Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi kepada para narasumber. Semakin baik pemahaman kita mengenai klasifikasi, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan dalam proses pembinaan maupun persiapan pertandingan,” katanya.
Salim juga memberikan motivasi kepada para atlet agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk berprestasi. Menurutnya, perjuangan, kedisiplinan dan kerja keras menjadi modal penting untuk mengukir prestasi sekaligus mengharumkan nama Kota Palembang dan Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung jajaran pengurus NPCI Kota Palembang. Selain Ketua NPCI Kota Palembang M. Salim Saputra, hadir Sekretaris Mupli Hasan, Wakil Sekretaris Bayu Haryono, S.Pd., M.Kes, Bendahara Louis Christian, SH, Wakil Bendahara Erna Nursanti, Bidang Prestasi H. Kliwon, S.Pd., M.Kes, Ketua Biro Hukum Sunaryo, SH., MH, Wakil Biro Hukum M. Sadam Syahputra, SH, Biro Pemberdayaan Atlet Supriadi, S.Pd, Biro Cabang Olahraga Achmad Fadli, SH, serta Ketua Biro Pelatih dan Wasit Tanto Darmadi.
Turut hadir pula para pelatih dan asisten pelatih yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Kota Palembang.
Sementara itu, Ketua Umum NPCI Sumatera Selatan, Rian Yohwari, mengapresiasi kekompakan NPCI Kota Palembang dalam membangun pembinaan atlet disabilitas.
Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari sistem yang harus diperkuat apabila ingin melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Kalau kita berbicara pencapaian, kuncinya ada dua, yaitu sistem dan input. Apa yang dilakukan NPCI Kota Palembang saat ini merupakan bagian dari sistem, bagaimana memperkenalkan klasifikasi dan nomor-nomor pertandingan,” ujar Rian.
Menurut Rian, seorang pengurus NPCI juga harus memiliki bekal ilmu yang memadai. Setidaknya, pengurus harus memahami dasar-dasar klasifikasi dan nomor pertandingan sehingga mampu menjalankan organisasi serta mendukung atlet secara tepat.
“Kalau pengurus tidak punya ilmu, organisasi tidak akan maju. Minimal pengurus harus memahami klasifikasi dan mengetahui nomor-nomor pertandingan. Setelah ilmu itu dimiliki, insyaallah prestasi akan mengikuti,” tegasnya.
Ia berharap Kota Palembang dapat menjadi salah satu barometer pembinaan olahraga disabilitas di Sumatera Selatan. Terlebih, Palembang memiliki potensi atlet, pelatih, fasilitas latihan serta dukungan dari berbagai pihak yang dapat dikembangkan secara optimal.
Rian juga mendorong adanya pembenahan dalam proses perekrutan dan pembinaan atlet. Menurutnya, masih banyak talenta atlet disabilitas di Sumatera Selatan yang membutuhkan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.
“Harapannya Palembang terus berbenah, terutama dalam perekrutan atlet. Banyak talenta yang masih mencari ruang dan tempat untuk menyalurkan bakatnya,” katanya.
Dengan kolaborasi antara pengurus, atlet, pelatih, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, NPCI Sumsel optimistis pembinaan yang dilakukan secara terarah dapat menghasilkan kontingen yang lebih kuat dan kompetitif pada Peparprov VI Sumsel 2027. (Nopi)


