Palembang, Sriwijaya-hariini.com – Kgs. M. Ridwan Nawawi, S.Pd.I., M.M. kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang periode 2026-2031 bersama empat pimpinan lainnya. Pelantikan pimpinan Baznas Kota Palembang berlangsung di Palembang, Jumat (14/8/2026).
Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan tersebut. Ia meminta lima pimpinan Baznas yang baru dilantik agar benar-benar menjaga amanah dan menjalankan tugas secara profesional, transparan serta tepat sasaran.
Ratu Dewa mengatakan, para pimpinan Baznas yang dilantik merupakan orang-orang terpilih setelah melalui proses seleksi yang diikuti puluhan pendaftar. Karena itu, amanah tersebut harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Dari sekian banyak yang mendaftar, Bapak dan Ibu terpilih sebagai orang-orang terbaik. Tolong betul-betul disyukuri dan dijaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Ratu Dewa.
Menurutnya, pengelolaan zakat yang baik dapat menjadi kekuatan besar bagi umat. Ia pun mengapresiasi meningkatnya kepercayaan masyarakat, ASN, PPPK maupun dunia usaha terhadap Baznas Kota Palembang yang terlihat dari perkembangan penghimpunan zakat.
Ratu Dewa menyebut, penghimpunan zakat Baznas Kota Palembang terus menunjukkan peningkatan. Dari target sekitar Rp 7,7 miliar pada 2024, capaian kemudian meningkat hingga sekitar Rp 11 miliar pada 2025. Untuk 2026, Baznas ditargetkan mampu menghimpun zakat sebesar Rp 14 miliar.
“Ini tantangan yang berat buat Bapak dan Ibu pimpinan Baznas Kota Palembang. Target kita di 2026 di angka Rp 14 miliar. Saya yakin, insyaallah bisa tercapai dengan kerja keras dan dukungan semua pihak,” katanya.
Ratu Dewa juga meminta Baznas semakin memperluas manfaat program, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok yang berada di wilayah pinggiran. Menurutnya, keberadaan Baznas harus semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ia mencontohkan berbagai respons cepat Baznas dalam membantu masyarakat, seperti penanganan rumah tidak layak huni maupun masyarakat yang mengalami musibah. Menurutnya, kecepatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Baznas di tengah masyarakat.
“Harapan saya, masyarakat pinggiran dan masyarakat miskin harus terus disentuh. Baznas selama ini sudah cepat turun ketika ada masyarakat yang membutuhkan, dan ini harus terus dipertahankan,” tuturnya.
Ratu Dewa juga mendorong pimpinan Baznas periode 2026-2031 untuk terus menciptakan inovasi, memperkuat kolaborasi serta menjaga kekompakan di antara lima pimpinan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Palembang Kgs. M. Ridwan Nawawi, S.Pd.I., M.M. mengatakan, amanah yang kembali diberikan kepadanya bersama empat pimpinan lainnya merupakan tanggung jawab besar yang tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
“Alhamdulillah hari ini kami berlima diamanahkan melalui SK Wali Kota untuk jabatan Baznas Kota Palembang periode 2026-2031. Ini bukan sekadar amanah, tetapi pertanggungjawaban dunia dan akhirat karena kami mengelola dana umat yang membutuhkan kehati-hatian sangat tinggi,” ujar Ridwan.
Ridwan menegaskan, Baznas akan terus berupaya meningkatkan kepercayaan para muzaki dengan mengedepankan pengelolaan zakat yang profesional, transparan dan tepat sasaran.
Menurutnya, meningkatnya kepercayaan masyarakat akan berbanding lurus dengan semakin besarnya manfaat yang dapat diberikan kepada para mustahik dan kaum duafa.
“Dana umat ini selain kita kumpulkan dan kelola, kita pastikan yang berhak menerima tepat sasaran. Kita juga ingin memastikan bagaimana zakat ini menjadi solusi bagi masyarakat,” katanya.
Ridwan menambahkan, Baznas ke depan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga memperkuat program pemberdayaan agar para mustahik secara bertahap mampu keluar dari zona kemiskinan.
“Kita ingin dana ini diberdayakan sehingga para mustahik bisa keluar dari zona kemiskinan. Tentu pengelolaan profesional harus kita terapkan sesuai dengan prinsip 3A, aman syar’i, aman regulasi dan aman NKRI,” jelasnya.
Menghadapi target penghimpunan zakat Rp 14 miliar pada 2026, Ridwan mengakui angka tersebut bukan target yang ringan. Namun, ia optimistis target dapat dicapai dengan kerja sama, kekompakan dan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat.
“Kami mohon doa dan dukungan dari kawan-kawan media dan masyarakat. Kalau ada kekurangan, silakan dikritik karena tentu tidak ada yang sempurna. Kritik itu akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan pengelolaan zakat semakin baik,” pungkasnya. (Nopi)

