Muba,sriwijaya hariini.com,,- Kondisi Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, kian memprihatinkan.
Kerusakan yang semakin parah membuat arus kendaraan yang lewat tersendat dan bahkan menimbulkan kemacetan panjang.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan antrean kendaraan mengular berkilometer akibat jalan yang rusak.
Tak ingin kemacetan semakin parah, personel Pos Lantas Tampang Baru bergerak cepat membantu pengaturan lalu lintas sekaligus menutup lubang menggunakan material seadanya.
Bripka J. J. P. Gultom, yang memimpin langsung pengaturan di lapangan, mengatakan bahwa kerusakan jalan menjadi penyebab utama terjadinya kemacetan.
“Jalan rusak inilah yang menjadi penyebab kemacetan kemarin. Kami bersama anggota turun menimbun lubang agar kendaraan bisa lewat lebih lancar,” jelasnya.
Upaya penimbunan sementara itu dilakukan agar jalur vital tersebut tetap dapat dilintasi, mengingat Jalintim merupakan rute penghubung penting antarprovinsi di Sumatera.
Para pengguna jalan mengaku resah dengan kondisi jalan yang terus memburuk.
Salah satu pengendara, yani, menuturkan bahwa perbaikan permanen sangat dibutuhkan karena Jalintim merupakan jalur strategis yang selalu ramai dilintasi kendaraan berat maupun kendaraan antar provinsi.
“Karena ini jalan negara penghubung antar provinsi, jadi sangat penting. Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki,” ujarnya.
Yani menambahkan bahwa selain rawan kemacetan, kondisi jalan yang rusak juga membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat malam hari atau saat hujan turun.
Warga dan pengendara berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah konkret. Meski penanganan sementara oleh petugas kepolisian cukup membantu, namun perbaikan total diperlukan agar permasalahan tidak terus berulang.
Dengan meningkatnya intensitas kendaraan dan kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan, Jalintim Kali berau kini menjadi titik rawan kemacetan sekaligus rawan kecelakaan.
Perbaikan menyeluruh diharapkan dapat segera direalisasikan demi kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik antar provinsi.
( Biro Muba Sukri )

