MUBA,Babat Toman,sriwijaya hariini.com,,- Nampak suasana berbeda di halaman Kantor Pemerintah Desa Beruge pada pagi hari Senin, (27/01/2025). Warga berkumpul untuk menerima Uang konpensasi Lahan terdampak kegiatan Survei Seismik 3D MANJA di Kantor Pemerintah Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin yang di lakukan oleh Pihak PT. BGP Indonesia.
Warga yang datang nampak antusias dan berharap menerima konpensasi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dalam acara tersebut pihak humas PT. BGP Indonesia menyampaikan sambutannya yang diwakili oleh Bapak Barus. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas dukungan masyrakat terhadap kegiatan survei seismik tersebut dan berharap pembayaran konpensasi sesuai dengan apa yang ada dilapangan dan tidak ada kekeliruan yang terjadi.
“Jadi Bapak/ibu kami ucapkan terima kasih karena telah mendukung dan mengizinkan kami untuk melakukan kegiatan survei seismik di wilayah Bapak/ibu, semoga kompensasi yang kami bayar nanti sesuai dengan apa yang ada dilapangan dan tidak ada kesalahan atau kekeliruan yg terjadi, ucapnya.”
Namun setelah acara pembayaran konpensasi dilakukan awak media menemukan banyak warga yang merasa kecewa dan tidak puas dengan apa yang diterima dari jumlah konpensasi yang dibayarkan.
Misalnya seorang warga bernama Zulpikar (36) warga Desa Beruge yang mengaku terjadi selisih perhitungan antara jumlah hitungan dilapangan yang dilakukannya dengan staf humas PT. BPG dan dengan apa yang tertera di amplop yang dia terima pada saat pembayaran.
” iya ada selisih hitungan meter yang jelas secara kasat mata di lahan yang saya punya. Perhitungan saya saat itu dilapangan dengan tim humas ada 80 meter di salah satu dari lima lahan milik saya, tetapi ketika di penerimaan konpensasi hanya dihitung 50 meter saja untuk di lahan tersebut. Itu sangat kasat mata sekali terjadi kesalahan, terangnya.”
Kemudian lanjutnya.
“Dari perhitungan saya dengan tim humas di lapangan total dari 5 lahan milik saya itu ada 848 meter yg harus di bayar oleh pihak PT. BGP dan 11 Lobang Bor, tetapi yang saya terima hanya 600 meter dan 11 Lobang Bor saja, jadi ada kehilangan 248 meter, ungkapnya.”
Selanjutnya warga bernama Agus yang diberi kuasa oleh kakaknya untuk mengurus penerimaan konpensasi lahan milik kakaknya mengaku seperti dipermainkan oleh pihak humas PT. BGP dan Pihak pemerintah Desa.
“Jadi saya disuruh kakak saya untuk mengurus konpensasi atas lahan miliknya yang terletak diwilayah Desa Beruge dan berbatasan dengan Desa Sugih waras. Kita datang tidak menerima undangan, kemudian kita konfirmasi ke pihak pemerintah Desa Beruge dari si A disuruh menanyakan ke si B dan seterusnya. Sampai akhirnya saya menanyakan langsung kepada staf humas dan minta untuk di cek didatanya. Baru diketahui kalau untuk data dilahan tersebut tidak masuk didata wilayah Desa Beruge dan diberitahu bahwa kemungkinan masuk wilayah Desa Sugih waras. Sedangkan jelas-jelas secara administratif lahan tersebut berada di Wilayah Desa Beruge. Selanjutnya setelah dikonfirmasi ke pihak humas dan kades Desa Sugih waras mereka mengaku bahwa line lahan tersebut tidak masuk di Desa Sugih waras, jelasnya.”
Kemudian saudara Agus bertanya kepada salah satu karyawan PT. BGP yang bernama Ferry Sembiring untuk menanyai kejelasan perihal tersebut.
Jawaban dari saudara Ferry
” Nanti kita akan cek didata kita pak untuk pembayaran di Desa Sugih waras, nanti disana akan ketahuan amplopnya nomor berapa dan nominalnya, untuk saat ini tidak bisa karena kita tidak membawa datanya, lanjut agus.”
Kemudian dihari berikutnya pada selasa (28/01/2025) saudara agus menanyakan lagi kepada pihak PT. BGP melalui pesan whatapps yang dikirim ke Bapak Barus dan Bapak Suito. Dan dijawab normatif saja.
“Itu tidak termasuk di desa beruge pak.. Nanti saya tanya samo kawan aq yg mendata di sugih waras, kemungkinan masuk wilayah goras pak.. Karna aku cuma mendata di beruge. Nanti saya infokan lagi, jawaban saudara suito via pesan whataaps.
Merasa kurang puas, saudara agus menghubungi atasan suito, yaitu pak Barus dan dijawab
“Selamat pagi juga bang .
Nanti akan kami cek di admin kami bang” melalui pesan whatapps.
Hingga berita ini diterbitkan saudara agus belum juga mendapat jawaban yang pasti dan menyayangkan hal semacam ini terjadi.
“Iya sampai sekarang belum ada info lagi dari pihak PT. BGP, pasti kita menyangkan hal sepele seperti ini saja tidak bisa diselesaikan, ada apa sebenarnya? Mereka mengagap sepele dan cenderung mempermainkan masyarakan. Seharusnya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan informasi yang jelas. Jangan seperti ada yang ditutup-tutupi, pungkasnya.”
( Biro Muba/ Sukri.SE )



