Sriwijaya-hariini.com Empat Lawang ,Sumatera Selatan, puluhan wartawan pribumi melakukan unjuk rasa ke gedung DPRD senin 6/2/2023 menuntut Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar transparan dalam mengalokasikan anggaran advetorial,
Aksi unjuk rasa dipicu adanya pembagian anggaran di Dinas Kominfo
tidak ada keterbukaan publik pasalnya di antara para rekan2 media yang ikut dalam aksi masih ada yang mengeluh kan bahwa anggaran tersebut belum sesuai yang di realisasikan.
Menurut salah satu Media yang tidak ingin di sebutkan namanya ketika saling tanya mengenai anggaran Publikasi
” pokoknyo sudah benerapa triwulan yang sudah kami terima cuman;Rp 1000.000,( satu kuta rupiah ) itupun masih di potong pajak katanya”
Padahal Pertriwulan adapun Beberapa Media Tv mereka ada yang mengantongi hingga Rp 70 juta perorang, sedangkan wartawan lokal hanya mendapat Rp 1 hingga Rp 3 juta pertriwulan,” ucap salah satu di Dinas Kominfo Empat Lawang, Jumat, (3/3).
Konvoi kendaraan para wartawan berlangsung dari Perumnas Talang Banyu menuju gedung DPRD Empat Lawang dengan mengendarai 3 unit kendaraan roda 4 serta belasan motor dan dikawal pihak Polres Empat Lawang Polda Sumsel.
Dalam orasi yang disampaikan koordinator aksi Cenci Riestan ada beberapa poin yang dituntut rekan-rekan media. Diantaranya meminta Dinas Kominfo membuka secara rinci anggaran publikasi/advetorial seluruh media yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Empat Lawang, meminta wartawan lokal (pribumi-red) dirangkul oleh Dinas Kominfo.
Kedatangan puluhan wartawan disambut wakil ketua komisi 3 DPRD Hidayat Muhammad yang langsung memfasilitasi 7 perwakilan wartawan untuk menyampaikan tuntutannya di ruang ketua DPRD Persie, S.E.
Didalam ruang ketua DPRD Persie disaksikan ketua komisi 1 Makmum Abdul Ghoni, Darli ,S.H ketua Komisi 3 dan beberapa anggota DPRD berjanji setelah rapat paripurna akan langsung mengelar rapat dengan Dinas Kominfo dan perwakilan aksi sehingga hari ini akan ada jawaban.Yan

