RAMBUTAN-Sriwijaya-Hariini.com, Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH melaksanakan Panen Raya Sawah Rawah Lebak Padi Potensi IP200 di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan, Rabu (22/02/23).
Bupati H.Askolani Mengatakan, Dengan dukungan Petani dan Penyuluh Kita optimis akan tingkatkan capaian di Tahun 2022 Kabupaten Banyuasin sebagai penghasil beras terbesar nomor 4 se-Indonesia akan lebih ditingkatkan.

Dengan potensi luas tanam yang masih sangat tinggi, dirinya mengaku predikat sebagai kabupaten nomor satu penghasil beras di Indonesia, bukanlah sekedar impian semata.
Pemprov SUMSEL Sebagai penyumbang stok nasional, makanya Pemprov Sumsel memfokuskan untuk membangun pertanian, Yang difokuskan dan dimulai dari Banyuasin, Dari data yang dimiliki saat ini, jumlah produktivitas beras Banyuasin 4,3 ton per hektar. Bisa meningkat hingga 5,04 ton/ha, Kita punya potensi itu.
Ke depan akan tetap menjadi fokus kami untuk meningkatkan produksi padi, hingga 6 ton/hektare,” bebernya.
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikuktura Dinas Pertanian Sumsel, Tuti Murti SP MSi menjelaskan pada tahun 2022 jumlah produksi padi Sumsel meningkat 8 persen dibandingan tahun sebelumnya.
Angka itu disumbang dari Banyuasin. Karena 470.602 hektare lahan baku sawah, 37 persennya ada di Banyuasin,” ungkapnya.
“Jadi, wajar kalau petani berharap, konsentrasi Bupati Banyuasin di sektor pertanian. Tahun 2022 saja produktivitas padi meningkat 8.000 ton dari tahun 2021,” ujarnya, Dukungan Pemprov Sumsel terhadap sektor pertanian di Banyuasin dibuktikan dengan kucuran anggaran.
“Di tahun 2022, Pemprov Sumsel telah mengucurkan bantuan berupa benih padi dan sarana pertanian di Kecamatan Rambutan dan Rantau Bayur,” katanya.
“Dengan 30 segmen penentu produktivitas di Banyuasin. Pada tahun 2023 naik seluas 4.973 hektare. Yang disebar di beberapa kecamatan. Utamanya untuk lahan IP 200,” tegasnya.red



