BANYUASIN, MHI- Proyek pembangunan jalan Tol Kayuagung-Betung yang saat ini terus dilaksankan, dan telah sampai di wilayah Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, kembali dilakuan sosialisasi kepada masyarakat ditiga desa Kecamatan Suak Tapeh yang terkena pembangunan jalan tol.
Dengan total ada sebanyak 63 Kepala Keluarga (KK) dari masyarakat Desa Biyuku, Lubuk Lancang dan Desa Durian Daun yang lahannya, terkena pembangunan jalan Tol Kayuagung-Betung. Untuk mendukung program pembangunan nasional itu, cepat terlaksana masyarakat diminta untuk mendukung proses pembangunan tersebut.
Hal itu seperti disampaikan langsung Camat Suak Tapeh, Sashadiman Ralibi Jumat (18/11/22) mengatakan, Dalam pembangunan jalan Tol Kayuagung-Betung itu, untuk di Kecamatan Suak Tapeh lahan masyarakat yang terkena pembangunan jalan tersebut ada sebanyak 62 KK.
“Seperti di Desa Biyuku ada sebanyak 15 KK, Desa Lubuk Lancang 13 KK dan Desa Durian Daun ada sebanyak 34 KK, jadi totalnya ada sebanyak 62 warga atau KK yang lahannya terkena pengadaan tanah pembangunan jalan tol Kayuagung-Betung itu,” ungkapnya.
Dimana untuk nilai ganti rugi lahan dan tanam tumbuh yang ada dilahan tersebut, Sashadiman menjelaskan sesuai dengan hasil Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP), dengan besaran yang saat ini belum pihaknya ketahui dan sekarang baru sampai tahap sosialisasi kepada masyarakat, kedepannya mungkin akan ada pertemuan kembali untuk menyampaikan hal itu kepada masyarakat, sekaligus mungkin akan langsung dilakukan pengukuran, terangnya.
Lanjutnya, Kepada masyarakat yang lahannya terkena pengadaan tanah pembangunan jalan tol tersebut, kiranya untuk mendukung proses itu karena untuk besaran nilai ganti ragi tersebut sesuai KJPP, artinya tidak akan merugikan masyarakat dan apabila ada masyarakat yang tidak sepakat atau ingin harga lebih tinggi dari itu, maka semua urusan tetap ditangan pemerintah yang mana lahannya akan tetap digarap dan prosesnya akan berjalan di pengadilan.
“Jadi karena prosesnya nanti akan langsung dengan masyarakat yang bersangkutan, yakinlah pemerintah mengambil jalan tengah untuk masyarakat dan tidak akan merugikan masyarakat, karena disini tidak ada dusta diantar kita,” tutupnya. RED



