Palembang, Sriwijaya-Hariini.com-Tabligh Akbar Pra-Ramadhan tahun 1444 Hijriah, bersamaan dengan Silaturahmi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, MM,. sekaligus Penandatanganan Prasasti Peresmian Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di kampung Santoso RT.32/RW.06 Sukarami Palembang, Jumat (17-03-2023).
Turut hadir yang juga merupakan tamu istimewa yakni Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru beserta jajaran Pemprov, Ustadz Chairurrijal, Habib Abbulrahman bin Hasan, Habib Zainal Abidin Al Madihij serta Tokoh Agama, Alim Ulama dan masyarakat turut hadir dalam menghikmatkan Tabligh Akbar.
Pemprov Sumsel tentu akan mengambil peran untuk mendukung Pembangunan Pesantren, dengan Syarat progresnya harus terus dilaporkan sehingga kita tau kekurangannya.
Selain itu ia meminta Sistem belajarnya harus disesuaikan dengan perkembangan terkini (modern) sehingga ilmu yang didapat oleh Santri, Selain keutamaan Hapal (Tahfiz) Qur’an juga memiliki ilmu pengetahuan pada Umumnya, namun tetap yang Utamanya adalah “Tahfiz Al-Qur’an dan Hadist”
Ustadz Muhammad Aji Santoso, S.Pd Al-Hafiz Pendiri yang sekaligus Pengasuh mengatakan Berdirinya Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an ini dirintis dengan modal sangat Sederhana sekali, dimulai dengan membangun 1 (Satu) Saung untuk Santri, Namun karena niat baik disamping Dana sendiri, ada banyak masyarakat yang tergerak hatinya untuk menanam saham (buat bekal Akhirat), untuk memberikan bantuan sehingga bisa berdiri seperti saat ini.
Ponpes ini baru berjalan selama 1 Tahun 1 bulan (13 bulan) dengan jumlah 36 Santri untuk yang mukim dan non mukim, untuk yang mukim “tinggal di asrama” sebanyak 10 santri, selebihnya 26 santri pulang ke rumah masing-masing, yang tidak jauh dari asrama ini.
Lanjutnya, Pembekalan Pendidikan disini adalah memprioritaskan menghapal Al-Qur’an dan kitab Kuning, dengan tingkat pendidikan disini setara (level) dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan MA, meski baru genap jalan satu tahun, namun Santri disini ada sudah hapal 8 Juz bahkan ada yang 10 Juz. Target dalam 2 tahun ini dapat menambah ruang belajar sebanyak 8 Lokal dengan jumlah minimal 100 (seratus) Santri.
Ustadz Aji Santoso begitu peduli dengan keadaan Generasi Muda saat ini, merasa Prihatin sekali karena banyak Generasi muda saat ini jauh dari Al-Qur’an, maka saya bertekad untuk mendirikan pondok Pesantren ini, dengan tekad yang kuat agar banyak mencetak Generasi Muda Pengahapal dan Tahfiz Al-Qur’an.
Tambahnya, kita sebagai Hamba Allah yang dekat dengan Al-Qur’an, sering membacanya apalagi sudah (Tahfiz) tentu akan mempunyai derajat yang lebih tinggi baik dunia maupun Akhirat kelak.
Dengan Harapan..!!! kepada Generasi muda untuk menghapal Al-Qur’an itu tidak harus mesti jadi Ustadz, tetapi dengan Hapal Qur’an menjadi apapun dia akan menjadi Istimewa, ditambah dengan kemampuan punya ilmu agama yang mempuni, sehingga dia bisa membedakan antara yang baik dan buruk ditambah dengan Aqidah yang baik (kuat), sehingga menjadi harapan untuk Memimpin Bangsa ini kedepan, Harapnya (Alist)



