Palembang, Sriwijaya-hariini.com – Nilai kesaktian Pancasila harus ditanamkan sejak usia sekolah dasar, bukan hanya sebagai pelajaran hafalan, melainkan sebagai pembiasaan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut ditegaskan Kepala SD Negeri 118 Palembang, Mgs. Ali Khameni, S.Pd., Gr., M.Pd., dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober.
Menurutnya, Hari Kesaktian Pancasila adalah pengingat sejarah sekaligus penguat jati diri bangsa. Di tengah arus digitalisasi dan derasnya pengaruh budaya luar, Pancasila menjadi filter dan benteng moral bagi anak-anak Indonesia.
“Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni upacara. Ini adalah momentum untuk mengajarkan kepada anak-anak kita bahwa bangsa ini besar karena punya dasar yang kuat dan sakti, yaitu Pancasila. Di SDN 118 Palembang, kami menanamkan itu melalui hal sederhana: berdoa sebelum belajar sebagai wujud sila pertama, saling tolong menolong tanpa membedakan teman sebagai wujud sila kedua dan ketiga. Serta sila keempat, bermusyawarah dalam mengambil keputusan di kelas,” ujar Mgs. Ali Khameni, Kamis (01/10).
Ia menambahkan, peran guru dan orang tua sangat vital dalam menjadi teladan hidup berpancasila. Karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong harus menjadi budaya sekolah.
“Kalau anak sejak SD sudah terbiasa jujur, antre, menghormati guru, menyayangi teman, dan bangga menjadi anak Indonesia, maka kelak mereka akan menjadi generasi yang tahan banting dan tidak mudah terpecah belah. Itulah makna sakti yang sesungguhnya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Mgs. Ali Khameni juga mengajak seluruh peserta didik untuk mencintai tanah air dengan cara yang kreatif dan inovatif.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025. Mari kita jadikan Pancasila sebagai napas dalam belajar, bermain, dan berkarya. Dari SDN 118 Palembang, kita siapkan generasi emas yang cerdas secara akademik, dan sakti secara karakter kebangsaan,” pungkasnya. (Nopi)


