MUBA,sriwijayahariini.com,, — Rawa-rawa dan aliran sungai di kawasan Lamban Lembut, Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, diduga mengalami penyempitan setelah adanya aktivitas penimbunan untuk pembangunan jalan tol.
Berdasarkan pengecekan langsung awak media di lokasi, material timbunan badan jalan tol terlihat berada di sekitar kawasan yang menjadi bagian dari aliran air. Kondisi tersebut membuat ruang aliran air tampak lebih sempit dibandingkan sebelumnya.
Kondisi itu menjadi perhatian karena rawa dan aliran sungai memiliki fungsi sebagai jalur aliran sekaligus tampungan air, terutama ketika terjadi peningkatan debit saat hujan. Perubahan ruang aliran air perlu diperhatikan agar tidak memengaruhi pola aliran dan kondisi lingkungan di kawasan sekitar.
Salah seorang warga yang ditemui awak media menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut. Warga berharap tersedia jalur atau saluran air yang memadai agar aliran tetap lancar. Ia khawatir, apabila debit air meningkat saat musim hujan, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kebun kelapa sawit miliknya dan berpotensi menyebabkan genangan.
Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu alasan awak media melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi aliran air dan area di sekitar timbunan.
Namun, dugaan adanya dampak penimbunan terhadap penyempitan aliran air tersebut masih memerlukan penjelasan dan verifikasi dari pihak terkait, termasuk mengenai desain teknis drainase, kapasitas gorong-gorong atau saluran air, serta langkah pengendalian dampak lingkungan yang diterapkan dalam pekerjaan pembangunan jalan tol.
Untuk memperoleh penjelasan, awak media telah menghubungi Beben selaku Humas Eksternal Seksi 2A melalui pesan WhatsApp pada Rabu (19/8/2026), guna meminta konfirmasi terkait kondisi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapatkan tanggapan atau konfirmasi dari yang bersangkutan.
Konfirmasi dari pihak pelaksana maupun pengelola proyek penting untuk memastikan apakah kondisi tersebut merupakan bagian dari desain teknis pembangunan yang telah diperhitungkan, serta bagaimana sistem pengaliran air tetap dijaga agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Berita ini terbuka untuk dilengkapi sesuai dengan hak jawab dan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
( Sukri.SE )


