Muba,sriwijayahariini.com,,- Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau, Polres Musi Banyuasin (Muba) menggerakkan kepala desa di 3 kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini.
Imbauan itu disampaikan Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo saat sosialisasi bersama BPBD Muba kepada para Kades Kecamatan Babat Toman, Lawang Wetan, dan Sanga Desa di Aula Kantor Camat Babat Toman, Rabu (15/7/2026).
Dalam arahannya, Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo menegaskan kepala desa wajib mengetahui kondisi wilayahnya, terutama jika muncul titik panas atau hotspot.
“Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kepala desa harus mengetahui kondisi wilayahnya, menggerakkan perangkat desa dan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta memberikan edukasi sejak dini,” kata Ruri.
Ia juga meminta para Kades berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa apabila menemukan hotspot maupun indikasi kebakaran.
“Jika ada informasi karhutla di desa masing-masing, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto turut menyampaikan materi terkait kondisi karhutla di Muba beserta langkah penanganannya.
“Melalui sosialisasi ini, pemerintah desa diharapkan semakin aktif melakukan pemantauan wilayah, mengedukasi masyarakat, dan mempercepat pelaporan apabila ditemukan titik panas maupun kebakaran agar tidak berkembang menjadi lebih luas,” ujar Marko.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Muba bersama BPBD dan pemerintah kecamatan dalam menekan potensi karhutla di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
( Biro Muba Sukri )

