Bayung Lencir,sriwijaya hariini.com,,- Kondisi fasilitas pendidikan di SD Negeri Kelas Jauh Muara Medak, Dusun 5 Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin semakin memprihatinkan dan menjadi ancaman serius bagi keselamatan ratusan siswa serta siswi yang belajar di sana. Bangunan sekolah yang seluruhnya terbuat dari kayu kini dalam kondisi kropos parah, bahkan sebagian tiang penyangga sudah hilang akibat proses pembusukan,Senin (16/02/2026).
Kondisi ini membuat orang tua murid semakin khawatir, terutama menjelang musim hujan dan angin yang diperkirakan akan datang. Risiko keruntuhan bangunan sangat tinggi jika tidak segera mendapatkan perhatian dan penanganan dari pihak berwenang.
Menurut salah satu perwakilan orang tua murid, masalah kondisi sekolah ini sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin cukup lama. Bahkan sebelumnya saat bertemu awak media di kantor dinas, beserta dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LBH Perisai Keadilan Rakyat Tipikor Musi Banyuasin, Kepala Dinas Pendidikan telah secara terbuka berjanji akan segera turun ke lokasi untuk meninjau kondisi sekolah secara langsung. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan konkret atau kunjungan dari pihak dinas pendidikan ke lokasi sekolah.

Untuk mendapatkan klarifikasi terkait janji peninjauan yang belum terealisasikan, pihak perwakilan masyarakat dan orang tua murid telah melakukan kontak langsung melalui aplikasi WhatsApp kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin. Sayangnya, pesan yang dikirimkan tidak mendapatkan tanggapan apapun hingga saat rilis berita ini dibuat
“Kami sangat khawatir dengan keselamatan anak-anak kami. Mereka harus belajar di tempat yang tidak aman, padahal pendidikan dan nyawa mereka adalah masa depan daerah ini. Beliau sudah berjanji di depan awak media dan pihak LBH akan segera turun, namun hingga kini tidak ada tindakan sama sekali. Kami sudah berusaha menghubungi melalui WhatsApp namun tidak ada balasan sama sekali,” ujar perwakilan tersebut.
Kondisi sekolah yang tidak layak digunakan ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik siswa, namun juga berpotensi menghambat proses belajar mengajar serta menurunkan motivasi siswa dalam mengejar ilmu pengetahuan.
Masyarakat mengharapkan adanya tanggapan cepat dan solusi konkret dari Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin maupun pemerintah kabupaten terkait untuk memperbaiki atau membangun ulang fasilitas sekolah agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman.
( Biro Muba Sukri )



