Palembang, Sriwijaya-hariini.com – SMA Negeri 13 Palembang menggelar perhelatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Taman Indahku, Budayaku, Kebanggaanku”. Kegiatan ini menjadi panggung kreativitas bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah barang bekas menjadi karya seni bernilai tinggi sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan.
Kepala Sekolah SMAN 13 Palembang, H. Ridwan Nawawi, S.Ag., M.Si., mengungkapkan rasa bangganya atas progres yang ditunjukkan para siswa. Menurutnya, Gelar Karya tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
”Saya lihat karya-karya mereka sudah lumayan bagus. Tadi saya sempat mengira ada yang numpang jualan keramik, ternyata saat dilihat lebih dekat, itu adalah hasil olahan barang bekas. Barang yang tadinya tidak berharga, ketika diolah dengan sentuhan seni, menjadi luar biasa,” ujar Ridwan di lokasi kegiatan, Rabu.

Ridwan menekankan bahwa filosofi pengolahan limbah ini merupakan cerminan bagi manusia. Sebagaimana barang bekas yang menjadi berharga setelah diproses, manusia yang merasa lemah pun dapat menjadi sosok yang bernilai tinggi jika mau terus mengasah diri dan belajar.
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan bahwa sekolah bertanggung jawab membekali seluruh siswa, termasuk mereka yang mungkin terkendala untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
”Kita memberikan bekal pendidikan untuk bisa berwirausaha. Hari ini adalah bentuk pengembangan entrepreneur terhadap peserta didik. Tidak semua siswa memiliki jalan yang sama ke perguruan tinggi, maka kegiatan ini adalah bekal persiapan mereka menghadapi masa depan melalui kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Suasana kegiatan tampak semarak dengan kehadiran para guru dan tenaga pendidik yang mengenakan pakaian batik sebagai simbol identitas bangsa. Ridwan memberikan apresiasi kepada tim pengajar yang telah bekerja keras membimbing siswa dengan cara yang beragam namun tetap dalam bingkai nasionalisme.
”Tadi saya tanya kenapa pakaiannya berbeda-beda, ternyata itu menandakan tanggung jawab yang berbeda. Inilah cara kita mendidik; beraneka ragam cara mengajar, namun tujuannya satu dalam bingkai nasional. Saya harap kegiatan rutin ini ke depan akan semakin baik dan inovatif,” pungkas Ridwan.
Gelar Karya ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sekolah yang sebelumnya juga telah sukses melaksanakan pemilihan Bujang Gadis SMAN 13 Palembang serta pemberian penghargaan kepada guru-guru berdedikasi. (Nopi)



