Banyuasin, Sriwijaya-hariini.com – Sejak memimpin Desa Merah Mato pada tahun 2022, Kepala Desa Seftian terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun desa melalui kepercayaan masyarakat, dukungan pemerintah, hingga sinergi dengan perusahaan dan investor. Rabu (24/09/2025)
“Kepercayaan dari masyarakat, unsur pemerintah, dan perusahaan menjadi modal utama kami untuk membangun Desa Merah Mato. Dari situ lahir berbagai program, baik dari anggaran desa, CSR, hingga dukungan pokir DPRD Kabupaten, Provinsi, maupun pusat,” ungkap Kades Seftian.
Saat ini Desa Merah Mato memiliki 32 RT, 6 dusun, dengan total luas wilayah mencapai 3.000 hektar. Dari jumlah tersebut, sekitar 650 hektar difokuskan untuk sektor pertanian, termasuk program cetak sawah baru seluas 122 hektar yang akan dilaksanakan tahun depan. Sebelumnya, desa juga telah menerima OPLAS 511 hektar, pembangunan jalan usaha tani, serta tanggul yang mendukung peningkatan produktivitas padi dari hanya satu kali panen menjadi dua kali setahun.
Keberhasilan tersebut bahkan mendapat perhatian Menteri Pertanian RI yang hadir langsung meninjau panen di Desa Merah Mato. Selain padi, desa ini juga mulai mengembangkan komoditas Laos dengan investor asal Spanyol yang siap menyerap produksi hingga satu kontainer per bulan.
Dari sisi infrastruktur, capaian pembangunan juga cukup signifikan. Jalan Poros Desa Merah Mato yang sebelumnya sulit dilalui kini telah diperbaiki sejak 2021, dilanjutkan dengan pengaspalan baru yang menghubungkan hingga Desa Penambalan. Jalan lingkungan, drainase, dan saluran di beberapa dusun juga telah dibangun melalui anggaran desa, CSR, maupun swadaya masyarakat.
“Alhamdulillah, selama saya menjabat 2022–2025 banyak pembangunan yang telah terlaksana, baik jalan, drainase, maupun fasilitas pertanian. Ke depan, target kami adalah menuntaskan infrastruktur secara menyeluruh dan membangun fasilitas umum berupa Alun-alun Desa Merah Mato sebagai pusat hiburan, olahraga, dan edukasi masyarakat,” tegas Seftian.
Tak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, Desa Merah Mato juga aktif menggerakkan gotong royong dan swadaya warga. Seftian bahkan memanfaatkan media sosial TikTok (@Septian83) untuk menampilkan aktivitas pembangunan desa agar lebih transparan dan bisa disaksikan langsung oleh masyarakat.
“Desa Merah Mato harus menjadi desa yang maju, mandiri, dan memiliki fasilitas publik yang membanggakan. Gotong royong dan kebersamaan akan selalu menjadi kunci dalam pembangunan desa kita,” tutup Kades Seftian. (Nopi)



